Dialog Antar Umat Beragama

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Prov. Kaltim Pada Kamis, 10 Februari 2022 Pukul 08.30 Wita.di Ballroom Kartanegara Hotel Bumi Senyiur Jl. Di Ponegoro Samarinda melaksanakan Dialog Antar Umat Beragama dengan tema ” Peningkatan Moderasi beragama untuk memperkuat Persatuan dan Kesatuan dalam wadah NKRI” yang dilaksanakan oleh Badan Kesbangpol Prov. Kaltim.

Acara di hadiri oleh

– Drs. Sufian Agus, M.Si (KA. Kesbangpol)

– Asmuni Ali (Ketua FKUB)

– Muklis Hasan S.Ag ( Kanwil Kemenag Kaltim)

– Perwakilan FKDM, FKPM, FPK, FKPT, FKPRN prov. Kaltim.

– Tokoh agama Islam, Agama Hindu, Agama Budha, Agama Konghucu, agama Kristen Protestan, Agama Kristen Katolik.

– Kesbangpol Kab/Kota se Kaltim.

– Pejabat struktural Kesbangpol

Acara di buka oleh Kepala Badan Kesbangpol Prov. Kaltim yang diawali dengan Mengucapkan salam hormat kepada tokoh agama Islam tokoh agama Kristen protestan Katolik tokoh agama Hindu tokoh agama Buddha dan tokoh agama Konghucu serta ketua ormas keagamaan yang hadir dalam acara ini.

Bapak Sufian Agus mengatakan Cita-cita Indonesia merdeka adalah mewujudkan negara Indonesia yang merdeka bersatu berdaulat adil dan makmur sedangkan misinya adalah memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia, untuk mewujudkan cita-cita dan melaksanakan misi bangsa tersebut masyarakat Indonesia harus bersatu untuk berkarya bersama-sama yang diformulasikan dalam semboyan bhineka tunggal Ika. Berbeda etnik budaya bahasa dan agama tapi satu tujuan kesejahteraan yang berkeadilan sehingga bisa mencapai kemakmuran bersama, pluralitas merupakan ciri kehidupan masyarakat di Indonesia dari dulu sampai sekarang pluralitas masyarakat berwujud dalam kemajemukan ras bangsa etnis bentuk fisik bahasa tradisi seni dan budaya juga agama kepercayaan maupun ideologi.

Setiap agama mengajarkan cinta kasih ke 1 paduan dan persaudaraan agama Islam juga agama lainnya tidak ada yang membenarkan untuk berperang saling bunuh saling memusuhi bertindak anarkis, beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya konflik keagamaan adalah sentimen antar etnis dalam masyarakat negara bangsa didalamnya hidup berbagai etnis yang bertemali dengan berbagai agama yang dipeluk tatkala mereka saling bertemu maka ego kesamaan agama ataupun ras atau etnis seringkali mempengaruhi pola interaksi mereka, faktor selanjutnya misionaris dan kecurigaan antar umat beragama agama adalah umumnya memiliki watak misionaris yaitu mewartakan ajaran agama kepada orang lain yang belum memeluk agama tertentu ajaran yang diwartakan itu pada esensinya adalah klaim keselamatan bagi pemeluk apabila menjalankan agama tersebut, faktor selanjutnya adalah isu mayoritas dan minoritas dan yang terakhir adalah klaim kebenaran istilah ini mengacu pada setiap konsep atau doktrin yang menyatakan bahwa hanya pernyataannya atau pandangannya yang benar sedangkan yang lainnya salah.

e. Dengan adanya perbedaan tersebut apabila tidak terpelihara dengan baik bisa menimbulkan konflik antar umat beragama yang bertentangan dengan nilai dasar agama itu sendiri yang mengajarkan kepada kedamaian hidup saling menghormati dan saling tolong menolong.

Kerukunan meliputi tiga aspek yaitu kerukunan intern berdua kerukunan antar umat beragama ketiga kerukunan antara umat beragama dengan pemerintah, melalui forum ini saya mengajak kepada para peserta untuk selalu menjaga kerukunan sesama umat beragama dan antar umat beragama serta kerukunan umat beragama dengan pemerintah hal ini dapat dilakukan dengan memperkuat esensi ajaran agama dalam kehidupan masyarakat mengelola keragaman tafsir keagamaan dengan mencerdaskan kehidupan keberagaman serta merawat keindonesiaan.

Kaban Kesbangpol jg menyampaikan bahwa Kalimantan Timur sudah ditetapkan sebagai Ibu Kota Negara yang baru untuk itu beliau berpesan agar Generasi kita untuk siap dalam menyambut kedatangan pendatang – pendatang baru yang tentunya berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang perlu kita sikapi baik pada sektor pendidikan generasi kita, pesan kedua adalah pada tahun 2024 mendatang kita akan melaksanakan pemilu serentak untuk itu saya berharap melalui tokoh agama dapat membantu menjaga kondusifitas daerah dan stabilitas keamanan Kaltim agar ke 2 agenda besar tersebut dapat terlaksana dengan baik.

Add Comment